Kamis, 03 Oktober 2019

Meninggalkan keburukan karena Allah, Dia akan ganti dengan yang lebih baik

  Rasa berat untuk meninggalkan kebiasaan buruk hanyalah bagi yang meninggalkannya dengan jujur dan ikhlas karena Allah dari lubuk hati yang paling dalam, ia tidak akan mendapatkan kesusahan sama sekali, kecuali pada pertama kali. Inilah ujian baginya, apakah ia jujur dalam meninggalkannya atau ia pura-pura saja. Padahal, seandainya ia mau bersabar sedikit saja, kesusahan dan rasa berat itu akan segera menjadi lezat dan manis.
 
   Imam Muhammad bin Sirin ra. pernah mengatakan, "Saya mendengar Qadhi Syuraih bin Al Harits ra. bersumpah atas nama Allah, bahwa tidaklah seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah kemudian ia menjadi benar-benar kehilangan. Tetapi pasti ia akan mendapatkan gantinya. Karena telah shahih hadits yang menyatakan, " Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik baginya. "Adapun pengganti itu bentuknya bermacam-macam, yang paling berharga adalah rasa tenang dengan Allah, kecintaan kepada-Nya, ketentraman qalbu, kekuatan dan semangat jiwa, kegembiraan dan keridhaan terhadap Rabbnya. Allahua'lam.